Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
Gelanggang Kesenian Kampus II UBH
Rencana Gelanggang Kesenian Kampus II Universitas Bung Hatta di Air Pacah (dok/Fakultas Hukum Univ. Bung Hatta)
Raih Gelar Doktor
Dr. H. Zulfahmi, SH.MHum, alumni angkatan pertama Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta raih gelar Doktor Ilmu Hukum pada Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran Bandung. (dok.zulfahmi/Fakultas Hukum Univ. Bung Hatta)
Ruang Tunggu
Ruang tunggu mahasiswa fakultas hukum Univ Bung Hatta (beyete/Fakultas Hukum Univ. Bung Hatta)
temu akbar alumni fh ubh
alumni angkatan 83 fh ubh pada temu akbar juli 2010 di kampus fh (/Fakultas Hukum Univ. Bung Hatta)
PKKMB Fak Hukum UBH
Mahasiswa baru fakultas hukum Univ Bung hatta 2010/2011 tengah mendapat pembekalan atas Sistem Informasi Managemen online fakultas Hukum berjaringan luas dalam pelayanan akademik dan administrasi (beyete/Fakultas Hukum Univ. Bung Hatta)
Penanda tanganan MoU
Dekan Fakultas Hukum Univ Bung Hatta Boy Yendra Tamin dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhamadiyah Padang Sidempuan menanda tangani MoU di kampus FH UBH Padang Rabu 4 Agustus 2010 . (Beyete/Fakultas Hukum Univ. Bung Hatta)
Sekjen Peradi bersama Peserta PKPA FH UBH
Peserta PKPA Fakultas Hukum Univ Bung Hatta angkatan VIII bersama Sekjen DPN Peradi Hasanudin Nasution, Juli 2010 (/Fakultas Hukum Univ. Bung Hatta)
Tim Debat Konstitusi
Tim Universitas Bung Hatta pada debat konstiusi se Indonesia Reginal I. Timi Universitas Bung Hatta diwakili Fakultas Hukum , Dheka, Andi dan Adit. (doc.Mira Silfia Juwel/Fakultas Hukum Univ. Bung Hatta)
Usai Peradilan Semu
Mahasiswa Fak Hukum UBH usai praktek peradilan semu (doc.adhit/Fakultas Hukum Univ. Bung Hatta)
Pimpinan dan Dosen
foto bersama usai menghadiri wisuda fh ubh ke 52 (Dwi AP.doc/Fakultas Hukum Univ. Bung Hatta)
Peserta seleksi dapat memeriksa hasil ujian seleksi pada blanko pencarian dengan memasukan Nomor Test masing-masing.
Bagi peserta seleksi yang dinyatakan lulus, selanjutnya:
Mencetak kartu tanda lulus dengan menekan tombol Cetak.
Membayar uang pendaftaran ulang melalui Bank Nagari dengan menunjukan Tanda Lulus Ujian Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Bung Hatta Tahun Akademik 2011/2012.
Melakukan pendaftaran ulang dengan membawa kuitansi pembayaran pendaftaran ulang yang telah dilakukan untuk mengambil berkas-berkas isian pendaftaran ulang.
Melengkapi dan menyerahkan kembali berkas-berkas pendaftaran ulang, dan dilengkapi dengan:
Foto copy Surat Tanda Lulus/Ijazah SLTA/SMU yang telah dilegalisir (1 rangkap).
Foto copy Nilai UN/NEM SLTA/SMU yang telah dilegalisir (1 rangkap).
Surat Keterangan Kelakukan Baik (SKKB) asli dari sekolah atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) asli dari kepolisian.
Surat Keterangan Kesehatan asli dari dokter yang ditunjuk Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Bung Hatta Tahun Akademik 2011/2012 (Balai Pengobatan Rahmi Hatta).
Bagi peserta seleksi yang belum lulus, silahkan untuk mengikuti seleksi Gelombang ke-2 mulai dari sekarang s/d 27 Juli 2011.
Dora adalah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta angkatan tahun 2008 yang sudah lama menderita sakit, yang diawali dengan pusing-pusing dan kelur dara lewat kepala, mulut, telinga dan hidung. Pada awalnya yang bersangkutan berobat ke rumah sakit dengan biaya JAMSOSTEK, karena dia bekerja sebagai Satpam PLTG Pauh sebagain pegawai (outsourching) tapi karena selalu sakit dia diberhentikan dari pekerjaannya. Pada bulan Oktober 2010 yang lalu dia dirawat di Rumah Sakit Siti Rahmah dengan biaya Asuransi Kesehatan Mahasiswa Bung Hatta dengan biaya pengobatannya sebesar Rp 7 Juta. Pada tanggal 21 April 2011 dia sakit lagi, pingsan dikampus, disertai muntah darah, dan darah juga keluar di ubun-ubun. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit Yos Sudarso, berhubung karena biaya yang dikelurakan untuk berobat sangat besar dan jatah dari Asuransi kesehatan sudah menipis sehingga yang bersangkutan rawat jalan saja, Dalam kondisi di rawat dirumah semakin lama semain tidak membaik, setiap hari tetap keluar darah dari kepala, mulut, hidung dan telinga, malah kadang-kadang pinsan, maka kami berusaha untuk mencarikan dana berobatnya. Setelah dirundingkan bersama, kami mencoba menghubungi Kepala Humas Rumah Sakit Dr M. Djamil Padang yang kebetulan juga adalah Alumni Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta. Dia menanggapi positif dan mencoba mengurus memasukkan Dora tersebut kerumah sakit. Karena penyakit yang diderita Dora tersebut termasuk penyakit langka dan dalam upaya untuk mencari donator untuk pembiayaan, maka sebagai seorang humas menyarankan untuk diekspos melalui media cetak dan elektronik. Kami beserta Dora menyetujui saran tersebut untuk kesehatan dan kebaikan Dora. Sebagai tambahan kami informasikan bahwa mahasiswa tersebut hidup tanpa perlindungan orang tua, yang juga harus bertanggung jawab terhadap seorang adik laki-lakinya. Orang tua perempuannya sudah lama meninggal dunia, orang tua laki-laki tidak mau tahu dengan anaknya. Untuk menghidupi dirinya dan adiknya ia bekerja sebagai Satpam di PLTG sampai jam 10 malam dan sesudah itu menjadi tukang ojek motor dari dan ke Bandara Internasional Minangkabau yang terkadang sampai jam 4 subuh. Untuk mendukung pekerjaannya itu maka dia berpenampilan sebagai laki-laki yang cantik. Sekarang semua pekerjaan itu tidak dapat dia laksanakan lagi karena penyakit yang diderita.
Berita ini dibuat oleh Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta.
Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta mengadakan Simposium Nasional dengan tema Membangun Sistem Peradilan Indonesia Yang Adil dan Bersih dari mafia Hukum yang dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2001 di Aula Fakutas Hukum Universitas Bung Hatta dengan narasumber Prof. Dr. Eman Suparman, SH., MH., Boy Yendra Tamin, SH., MH. Dan Muhammad Saleh, SH., MH. Tujuan dilaksanakannya Simposium Nasional ini adalah agar para mahasiswa dan undangan dapat memahami Sistem Peradilan Indonesia Yang Adil dan Bersih dari Mafia Hukum. Prof. Dr. Eman Suparman, SH., (Ketua Komisi Yudisial) Mengatakan salah satu buah reformasi di bidang ketatanegaraan yang melahirkan organ konstitusi baru adalah Komisi Yudisial (KY). Hal ini sebagai respon terhadap merosotnya kepercayaan pada kekuasaan kehakiman di bawah Mahkamah Agung akibat sinyalemen Judicial corruption (mafia peradilan) yang semakin meluas. Kedudukan Komisi Yudisial sebagai Lembaga Negara setingkat dengan Lembaga Negara yang lain dengan tugas sebagaiman diatur melalui UUD 1945, UU No. 22 Tahun 2004 dan Paket UU Kekuasaan Kehakiman (Tahun 2009). Menurut Muhammad Saleh (Ketua Pengadilan Tinggi Padang). Tugas badan peradilan adalah menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukun dan keadilan. Oleh karenanya adalah suatu keharusan bagi setiap badan peradilan untuk meningkatkan pelayanan, khususnya kepada pencari keadilan dan memberi jaminan proses peradilan yang adil. Sebagi Pimpinan pengadilan harus memiliki skill dan ketrampilan di bidang yudisial dan administrasi juga harus mempunyai kemampuan manajerial. Boy Yendra Tamin, SH., MH. (Dosen Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta) mengatakan salah satu pilar ketatanegaraan yang esensial dalam negara demokrasi adalah menyangkut sistem peradilan. Namun sampai saat ini Sistem peradilan di Indonesia masih dihadapkan pada sejumlah masalah walaupun berbagai pembenahan telah dilakukan. Akan tetapi pembenahan yang dilakukan belum memberikan jawaban bagai para pencari keadilan. Sejumlah masalah yang muncul dalam proses peradilan menunjukan realitas dari sistem peradilan di Indonesia, bahkan suatu proses peradilan “ricuh” merupakan keadaan yang tidak pernah kita saksikan beberapa tahun yang lalu. Selain mencengangkan juga sekaligus sebuah koreksi dan evaluasi bagi upaya penciptaan Sistem Peradilan yang Bersih. Dekan Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta (Dwi Astuti Palupi, SH., MH.) kegiatan Seminar Nasional ini sangat meriah sekali yang dihadiri oleh Mahasiswa S-1, S-2 dan masyarakat umum dengan jumlah peserta 250 orang. Menurut rencana kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan agar mahasiswa dapat memahami dan sekaligus menimba ilmu pada bidang Hukum yang ada di Indonesia.
Berita ini dikeluarkan oleh Fakultas Hukum Univ. Bung Hatta.
Sosialisasikan Politik Luar Negeri RI pada masa Kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diadakan pada tanggal 18 April 2011 di Balairung Ceraka Gedung B Universitas Bung Hatta Padang. Tujuan dilaksanakannya sosialisasi ini adalah menyampaikan informasi Politik Luar Negeri RI yang diberitakan oleh media dengan apa yang sosialisasi oleh Staf Khusus Presiden Bidang Luar Negeri Bapak Iman Santosa, S.Sos. M.Si., menjadi balance (pengimbang) disampaikan di depan civitas akademika Universitas Bung Hatta. Menurut Dekan Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta (Dwi Astuti Palupi, SH., MH.) sebagai ketua panitia, kegiatan ini berjalan sukses dan tertib apalagi diiringi dengan tanya jawab sehingga apa yang keluar di media masa dan apa yang disosialisasikan oleh narasumber Politik Luar Negeri RI dapat dimegerti dan dipahami para undangan yang hadir. Dapat juga ditambahkan oleh KTU Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta (Syafril, RS.) kegiatan Sosialisasi Politik Luar Negeri RI ini tidak hanya disosialsasikan di Universitas Bung Hatta saja tapi juga di adakan di Unand dan UNP Padang, Namun Kegiatan yang diadakan di Universitas Bung Hatta sangat meria sekali terutama bagi mahasiswa yang direncankan peserta hadir 150 orang namun kenyataan mencapai 275 orang terutama mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta.